Kepada saudaraku yang selalu memenuhi hatiku.
Entah apakah gerangan yang mengganggu pikiranmu. Hai... Bagaimana kabarmu? Ingin aku menyapamu seperti itu, tapi sepertinya takkan berarti. Mungkin pula dirimu tak ingin menjawabnya. Izinkan aku memanjatkan doa untukmu, untuk setiap langkahmu, pada kuatnya pundak, pada luasnya hati, pada teguhnya pikiran. Semoga Allah meringankan hatimu yang begitu sendu. Semoga Ia menghapuskan kesedihan dari air mukamu. Semoga Ia senantiasa bersamamu di antara terang dan gelapnya langit.
Pada waktu yang berganti, bahkan tempat yang ikut berganti, hingga jarak menghadiri, semoga persaudaraan ini kekal abadi, hingga nanti aku menyapamu sedang bersantai di atas dipan-dipan firdaus, dengan telaga kautsar di dekatnya yang berikulau nan menyejukkan. Pada jarak yang menanti, doaku tak terhenti pada penjagaanmu di langkah hidup yang baru.
Dengan penuh doa,
aqilah0wl