"Bukan teman bukan sahabat, hanya pernah dekat" (The0wl, 2022)
Sebuah kalimat yang tepat untuk mencegah perihnya perpisahan karena telanjur bertemu.
Telah banyak pertemuan yang dijalani. Telah banyak pula perpisahan yang terjadi. Banyak cerita dan kisah yang diuntai. Cerita itu bergitu rapih terkenang. Hingga akhirnya harus terputus oleh jarak dan waktu.
Saat itu, akan ada cerita lain yang diuntai. Saat itu akan ada cerita baru yang dikenang. Manakala cerita baru sedang diuntai dengan indah, cerita lama akan mengusut. Mungkin bila nanti cerita itu berlanjut, sang perajut tak lagi sama. Waktu telah membawanya menua. Setidaknya, cerita pernah terajut untuk disimpan bukan untuk dibuang.
Kecewa pasti akan ada. Kadang kala pura-pura tak mengerti. Kadang kala pura-pura tak peka(?). Yah, sebenernya sepeka itu. Sangat peka. Lantas bagaimana kecewa itu terasa tanpa ada peka?
Saat bertemu kembali, kita hanya canggung. Lantas, bercerita adalah solusinya.