Ini adalah cerita tentang sakit hati. Miris melihat senioritas yang masih ada di zaman ini. Di zaman yang seharusnya kolaborasi menjadi kunci kesuksesan, bukan sebuah makian ataupun gila kehormatan.
Duhai kawan, kemanakah pikiran murni dan hati suci kalian? Apa gunanya ilmu yang telah kalian punya? Sehabat apa kalian sampai harus menginjak-nginjak adik tingkat sendiri hanya karena urusan pribadi? Apakah harus seperti itu? Yakin ini adalah kaderisasi? Atau jangan-jangan kalian sendiri yang TIDAK PROFESIONAL (menempatkan sesuatu pada tempatnya). TOLONG!!! CUKUP!!! STOP!!!
Tak terbayangkan kalianlah yang akan menjadi para pengabdi masyarakat.
Mari kita renungkan sejenak. Bila kampus adalah miniatur sebuah negara, dan mahasiswa adalah miniatur orang-orang didalamnya, maka kampus adalah sebuah ekosistem simulasi bermasyarakat dan bernegara.